Sabtu, 05 Mei 2012

Etika Manajerial dan Tanggung Jawab Sosial Perusahan


·         Etika (ethics) adalah aturan mengenai prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral yang mengatur perilaku seseorang atau klelompok  mengenai apa yang benar atau yang salah.( Daft).

·         Etika ( ethics) keyakinan pribadi seseorang mengenai apakah suatu perilaku / tindakan atau keputusan adalah benar atau salah. ( Griffin)

Etika  berhubungan dengan nilai-nilai internal  yang merupakan bagian dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial  yang berhubungan dengan  lingkungan eksternal.  Praktek bisnis yang etis atau tidak etis  biasanya mencerminkan nilai-nilai, sikap,  keyakinan dan pola  perilaku dari budaya organisasi , maka etika adalah masalah organisasi sekaligus masalah pribadi.

Kreteria untuk membuat keputusan yang etis
Hampir semua dilema etika melibatkan suatu konflik antara kebutuhan sebagian dan keseluruhan – individu versus organisasi, organisasi versus masyarakat. Contoh, haruskah sebuah perusahaan menerapkan pengujian alkohol dan obat-obat  terlarang untuk para karyawan yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi, tetapi mengurangi kebebesan individu karyawan ¿ Contoh lain, haruskah masalah kesehatan lokal yang berpotensi timbul akibat pembuangan limbah sebuah perusahaan lebih penting dari pada manfaat yang diberikan perusahaan tersebut dalam menciptakan lapangan kerja luas.
Para manajer yang menghadapi pilihan etis yang sulit ini sering memanfaatkan suatu pendekatan normatif- yang berdasarkan norma dan nuilai-nilai untuk membimbingnya dalam membuat keputusan.

 Kreteria pembuatan keputusan yang etis :
1.      Pendekatan manfaat ( utilitarian approach)
Konsep etika yang menyatakan bahwa perilaku-perilaku moral harus menghasilkan kebaikan terbesar bagi kelompok mayoritas.
Dengan pendekatan ini, seorang pengambil keputusan diharapkan untuk mempertimbangkan akibat dari setiap alternatif yang diambil terhadap semua pihak.
2.      Pendekatan individualisme ( individualism approach)
Konsep etika yang menyatakan suatu tindakan adalah normal jika mendukung kepentingan jangka panjang individu yang akhirnya mengarah kepada kebaikan yang lebih besar.Para individu menghitung manfaat jangka panjang terbaik yang mereka peroleh sebagai ukuran dari keberhasilan sebuah keputusan.
3.      Pendekatan hak-hak moral ( moral-right approach)
Konsep etika yang memandang bahwa keputusan-keputusan moral adalah keputusan yang tidak melanggar hak sosial dari mereka yang dipengaruhi oleh keputusan tersebut.  Maka keputusan benar secara etika jika keputusan tidak melanggar hak asasi dari mereka yang kena dampak  keputusan itu.
Hak-hak moral yang dapat diertimbangkan dalam pengambilan keputusan adalah :
-          Hak kebebasan pribadi
-          Hak atas kebebasan nurani
-          Hak aaats kebebeasan berbicara
-          Hak untuk perlindungan diri
-          Hak atas kehidupan dan keselamatan

4.      Pendekatan keadilan ( justice approach)
Konsep etika yang menyatakan bahwa keputusan – kputusan mooral harus didasarkan pada standar keadilan, kewajaran dan sikap tidak memihak.

Ada 3 jenis keadilan yang menjadi perhatian para manajer ;
·   Keadilan Distributif ( distributive justice)
Konsep yang menyatakan bahwa perbedaan perlakuan atas orang-orang jangan didasarkan pada karakteristik-karakteristik arbiter. Maka pri dan wanita tidak boleh menerima gaji yang berbeda jika mereka melakukan pekerjaan yang sama.
·   Keadilan prosedural (procedural justice)
Konsep yang menyatakan bahwa atiran-aturan harus didefinisikan secara jelas dan diterapkan secara konsisten serta tidak memihak.
·   Keadilan konpensatori  ( compensatory justive)
Konsep yang menyatakan bahwa individu-individu harus konpensai kerugian yang  adil  oleh pihak yang bertanggung jawab. Lebihlanjut individu tidak boleh dipaksa bertanggung jawab atas urusan yang tidak berada dibawah kendali mereka.
 
Faktor – faktor yang mempengaruhi pilihan etis
1.      Manajer
         Para manajer membawa kepribadian dan perilaku tertentu dalam pekerjaan mereka. Kebutuhan pribadi, pengaruh keluarga, dan latar belakang agama membentuk sitem nilai yang dimiliki seorang manajer. Karakteristik kepribadian seperti kekuatan ego, kepercayaan diri dan rasa kemandirian yang kuat memungkinkan para manajer membuat keputusan yang etis

2.      Organisasi
         Nilai-nilai yang di terapkan organisasi penting, riset telah menunjukkan bahwa nilai-nilai sebuah organisasi atau departemen sangat mempengaruhi peri laku karyawan dan pembuat keputusan..

Etika manajerial ( managerial ethict) 
Etika manajerial adalah standar-standar perilaku yang manajer individual dalam pekerjaan mereka.
Bidang mengenai etika yang penting mendapat perhatian dari para manajer adalah ;

1.      Bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan mereka.
Seperti mempekerjakan dan memecat orang, upah dan kondisi kerja yang buruk, kebebasan pribadi karyawan yang dibatasi dan tidak ada rasa hormat menghormati. Petunjuk etika dan hukum menyarankan bahwa keputusan untuk mempekerjakan dan memecat seseorang sebenarnya semata-mata didasarkan pada kemampuan orang / individu untuk melaksanakan pekerjaan. Contoh lain : fakta bahwa seorang manajer membayar seorang karyawan lebih sedikit dari pada yang layak diterimnanya, karena manajer tahu bahwa karyawan tersebut tidak mungkin keluar atau tidak mengambil resiko kehilangan pekerjaan. jika protes.

2.      Bagaimana karyawan memprakukan organisasi
Bagaimana karyawan memperlakukan organisasi mereka terutama berkenaan dengan konflik kepentingan, Konflik kepentingan muncul ketika suatu keputusan secara potensial menguntungkan individu tetapi mungkin merugikan organisasi. Misalnya bagian pembelian menerima hadiah dari pemasok, menggunakan telepon perusahaan untuk kepentingan pribadi, mencuri perlengkapan kantor, dan menambahkan pengeluran dsb.
Cara pemerintah mempenaruhi organisasi :
·         Melalui peraturan ( regulation)
-                  Peraturan perlindungan lingkungan
-                  Peraturan perlindungan konsumen
-                  Perraturan perlindungan karyawan
-                  Peraturan surat-surat berharga
-                  Peraturan pajak.
·         Peraturan tidak langsung seperti penberian insentif pajak, pelatihan bagi para pengangguran
.
Cara organisasi mempengaruhi pemerintah :
-   Kontak pribadi
-   Melobi ( lobbying)
-   Komite tindakan politik
-   Bantuan

Tanggung jawab sosial ( social responsibility)
Tanggung jawab sisal adalah kewajiban manajemen untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Permasalahan dalam membahas tentang tanggung jawab sosial ini adalah karena setiap orang mempunyai keyakinan nyang berbeda mengenai tindakan yang benar dan yang salah . Contoh : Jika sebuah bank menyimpan sejumlah uang milik sebuah badan pendanaan dengan bunga yang rendah selama 90 hari dimana bank mendapat laba yang besar , apakah hal itu etis ¿  jika dua perusahaan yang bergerak dibidang yang sama, kemudian salah satu berusaha  agar perusahaan yang lemah menjadi bangkrut, merupakan perbuatan yang tidak etis .
Pi hak-pihak yang berkepentingan terhadap sebuah organisasi ( stakeholders)
Investor dan pemegang saham, pelanggan,karyawan, pelanggan, pemasok diangaap sebagai pihak yang berkepentingan utama, dimana organisasi tidak dapat bertahan tanpa mereka. Pihak yang berkepentuingan lain adalah pemerintah dan msyarakat. Masyarakat meliputi pemerintah setempat linggkungan alam .  Setiap pihak yang berkepentingan mempunyai kreteria tanggung jawab sosial yang berbeda, karena kepentingan yang berbeda dalam organisasi.
M Mengevaluasi kinerja sosial perusahaan
1.      Tangung jawab Ekonomi ( economic responsibility)
Institusi bisnis adalah unit ekonomi dari masyarakat, tanggung jawabnya adalah menghasilkan barang dan jasa yang diinginkan masyarakat dan memaksimalkan laba bagi pemilik serta pemegang saham. Menurut Millton Friedman perusahaan harus dioperasikan dengan basis laba, dengan misi tunggalnya yaitu meningkatkan labanya selama berada dalam peraturan permainan.
2.      Tanggung jawab legal ( legal responsibility)
Mendefinisikan apa yang dianggap penting oleh masyarakat sehubungan dengan perilaku perusahaan yang .layak. Bisnis diharapkan untuk memenuhi tujuan ekonomi mereka dengan kerangka kerja legal. ( sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku).
3.      Tanggung jawab etika ( ethical responsibolity)
Untuk menjadi etis para pembuat keputusan organisasi harus bertindak atas dasar kesetaraan, keadilan,  tidak memihak, saling hormat menghormati hak individu dan memberikan perlakuan yang berbeda hanya jika revan dengan tugas dan tujuan organisasi. Perilaku yang tidak etis timbul ketika keputusan memungkinkan individu atau perusahaan mendapat keuntungan dengan mengorbankan masyarakat.





1 komentar:

  1. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
    nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
    I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

    BalasHapus