Sabtu, 05 Mei 2012

Evolusi Ilmu Manajemen


A.Perspektif klasik ( classical perspektive )
Berikut ini merupakan pendapat para ahli:
1. Menurut Frederick Winslow Taylor ( 1856 – 1915 )
Menurut Taylor Produktifitas tenaga kerja yang rendah terletak pada praktek manajemen yang  buruk dan bukan karena tenaga kerja.  Oleh sebab itu manajemen harus diubah dan perubahan itu harus melalui studi ilmiah
 ( scientific management )  Taylor mengatakan bahwa keputusan – keputusan yang berdasarkan kira-kira dan tradisi harus diganti  dengan prosedur yang tepat yang dikembangkan setelah mempelajari situasi–situasi tertentu dengan teliti.  Taylor mendasarkan penelitiannya pada studi waktu dan gerakan pekerja . Dia memecah setiap pekerjaan menjadi komponen-komponen dan mendesain  metode tercapat dan paling baik untuk melaksanakan setiap komponen.  Kemudian dia menetapkan berapa banyak seorang pekerja harus mampu mengerjakan pekerjaan dengan peralatan dan material yang ada ditangannya.  Dia juga mendorong  para majikan untuk membayar pekerja yang kebih produktif dengan upah yang lebih tinggi dari yang lain ( sistem upah insentif )      

Karakteristik mananjen ilmiah:
1. Pendekatan umum
a.Mengembangkan metode standar untuk masing-masing pekerjaan
b.Memilih para pekerja dengan kemampuan yang sesuai untuk masing-masing  pekerjaan
c.Memilih para pekerja dengan metode standar
d.Membantu para pekerja dengan merencanakan pekerjaan mereka dan menghilangkan gangguan.
e.Memberikan insentif upah bagi pekerja untuk meningikatkan hasil.
2. Kontribusi
a.Meningkatkan  pentingnya kompensasi untuk prestasi
b.Memulai studi mengenai tugas dan pekerjaan dengan teliti
c.Mendemontrasikan pentingnya dan pelatian personel
3. Kecaman
a.Tidak menghargai kontek sosial dari pekerjaan dan kebutuhan yang lebih tinggi dari para pekerja
b.Tidak mengukur pebedaan antar individu
c.Cendrung mengganggu para pekerja sebagai orang bodoh dan mengacuhkan ide dan saran mereka

2. Menurut Hendry L Gantt ( 1861-1919 )
Dia  merupakan rekan dari Taylor , menurutnya sistem insentif tidak terlalu memberikan dampak motivasional. Gantt membuat ide baru yakni :
·         Setiap pekerja dalam satu hari  berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, akan menerima bonus sebesar 50 sen.
·         Supervisor akan mendapat bonos untuk setiap pekerjaan yang mencapai standar harian , ditambah bonus tambahan bila semua pekerjaan mencapai standar.
·         Setiap  kemajuan pekerja  dinilai secara terbuka dan dicatat pada bagan balok individual dengan warna hitam untuk hari-hari pekerja yang bersangkutan mencapai standar dan warna merah kalau dia gagal . Lebih jauh lagi Gantt mempelopori sistem pencatatan dengan bagan untuk jadwal produksi , yang dikenal degan ” bagan Gantt ” adalah  grafik batang  yang mengukur pekerjaan yang direncanakan dan diselesaikan disetiap tingkat produksi menurut waktu yang diperlukan.
3. Menurut Frank  B dan Lilian M Gilbert ( 1868-1924 )
Sebagai suami istri mereka bkerja sama dalam mempelajari  kelelahan dan gerakan serta serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan para pekerja individual. Membantu para pekerja utuk mencapai potensi penuh sebagai manusia. Dalam konsep mereka ”  gerakan dan kelelalahan” saling berkaitan, setiap gerakan yang dihilangkan akan mengurai kelelahan, yang scara langsung juga dapat meningkatkan moril pekerja.

   B. Perspektif humanistis ( Humanistis perspective )
1. Perspektif sumberdaya manusia .
Dalam pandangan sumberdaya manusia berbagai pekerjaan harus dirancang sedemikian rupa, sehingga tugas-tugas tidak dirasakan sebagai tidak berprikemanusiaan atau meendahkan,tetapi sebaliknya memungkinkan bagi pekerja untuk menggunakan potensi mereka seutuhnya.
a.      Menurut Abraham Maslow ( 1908-1970 )
Seorang psikolog yang mengamati masalah pasien-pasiennya yang biasanya berasal dari suatu ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan mereka Kemudian Maslow merumuskan suatu hirarki kebutuhan sebagai berikut :
-          kebutuhan fisiologi ( physiological needs )
-          kebutuhan keselamatan ( safety needs )
-          kebutuhan sosial ( social needs )
-          Penghargaan ( esteem needs )
-          Aktualisasi diri ( actualization needs )

b. Menurut Douglas Mc Gregor ( 1906-1964 )
Dia menantang pandangan klasik dan maupun asumsi hubungan manusia. Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang psikolog, kemudian merumuskan ” teori X dan teori Y ”
Asumsi teori X
-          secara rata-rata manusia mempunyai kecendrungan untuk tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindari jika memungkinkan
-          Karena karakter manusia yang tidak menyukai pekerjaan, maka orang harus dipaksa, dikontrol diarahkan atau diancam dengan hukuman untuk membuat mereka mencurahkan upaya untuk mencapai tujuan oraganisasi.
-          Kebanyakan orang lebih suka diarahkan, menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang relatif kecil dan diatas segala- galanya mengingnkan rasa aman.’
Asumsi teori Y
-          Penggunan upaya fisik dan mental dalam pekerjaan adalah sama alaminya dengan bermain dan beristirahat.  Kebanyakan orang tidak mempunyai kecendrungan  untuk tidak menyukai pekerjaan
-          Kontrol dari luar dan ancaman hukuman bukan satu-satunya cara untuk membuat orang berupaya mencapai tujuan organisasi. Seorang akan melakukan pengarahan untuk diri sendiri dan mengendalikan diri untuk mencapai tujuan, jika orang tersebut mempunyai komitmen terhadap tujuan tersebut.
-          Dalam kondisi yang sesuai kebanyakan orang belajar untuk tidak hanya menerima  bahkan mencari tanggung jawab
-          Kapasitas dalam menggunakan imajinasi, kecerdasan, dan kreatifitas yang relatif tinggi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi terdistribusi secara luas bukan sempit
-          Dalam kondisi kehidupan industri modern potensi intelektual sebagian besar orang baru dimanfaatkan sebagiannya.
2. Perspektif  ilmu manajemen ( management science perspective )
 Bermula dari keberhasialn bangsa Inggris dalam memenangkan perang dunia ke II.  Untuk memenangkan perang bangsa Inggris membentuk sebuah tim research operasi yang terdiri dari  berbagai ahli . seperti  ahli matematika,  fisika statistika, dan ilmu-ilmu  kuantitatif lainnya.  Selama perang dunia ke II para ilmuan tersebut dikumpulkan  untuk menyusun taktik / startegi perang dengan menggunakan ilmu matematina, statistika, fisika dan ilmu –ilmu kuantitatif lainnya merekan berhasil meraih kemenangan.
Ketika perang telah usai penerapan dari operasinal research tersebut  berangsur-angsur semakin banyak dipakai   untuk memecahkan masalah manajerial. Para spesialis manajer operasianal menggunakan tehnik-tehnik kuantitatif untuk memecahkan masalah fabrikasi. Metode umum yang digunakan adalah perkiraan, model persediaan, program linier dan non linier, teori antrian, penjadwalan, simulasi dan sebagainya.
Sekarang banyak organisasi memiliki departemen spesialis ilmu manajemen untuk membantu memecahkan masalah –masalah dengan pendekatan kuantitatif. Seperti penggunaan teori antrian  ( quenting theory )  yang menggunakan matematika untuk menghitung  bagaimana cara menyediakan layanan yang dapat meminimalkan  waktu tunggu dari para pelangggan.
  C. Pendekatan ilmu perilaku ( behavioral sciences approach )
Mengembangkan teori mengenai perilaku manusia berdasarkan metode ilmiah. Ilmu perilaku diambil dari sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi  dll. Untuk memahami perilaku karyawan dan interaksinya dalam sebuah organisasi.  Dalam ilmu perilaku, ekonomi dan sosiologi sangat mempengaruhi cara pendekatan manajer. Psikologi telah mempengaruhi pendekatan manajer atas motivasi, komunikasi, kepemimpinan dan seluruh bidang sumberdaya manusia.
D.Tren- tren histories terbaru
Manajemen bersiafat komplek dan dinamis  perspektif yang kita bicarakan diatas mengalami perubahan, tiga perluasan kontemporer penting dari perspektif ini adalah  teori sistem, pandangan kontingensi, dan manajemen kualitas.
I .Teori sistem
 Sebuah sistem adalah serangkaian bagian  yang saling berkait., yang berfungsi sebagai kesatuan untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Sebuah sistem berfungsi dengan memperoleh masukan dari lingkuan eksternal, mentranspormasi masukan itu dengan suatu cara dan menyalurkan kembali kepeda lingkungan. Beberapa ide dalam teori sistem mempunyai pengaruh penting pada pemikiran manajemen. Hal ini meliputi sistem terbuka dan sistem tertutup, entropi, sinergi, dan saling ketergantungan sub sistem.
Sub sistem  adalah bagian  dari sebuah sistem yang salng tergantung satu sama lain. Perubahan salah satu bagian dalam organisasi mempengaruhi bagian lain Organisasi harus dikelola sebagai satu kesatuan yang terkoordinasi. Para manajer yang mengerti saling ketergantngan subsitem  ini segan untuk membuat perubahan. . Contoh pemakaian tehnologi terbaru dapat memberi pengaruh yang besar terhadap bagian-bagian yang lain dari organisasi.  Inti dari pendekatan sistem adalah manaer tidak dapat berfungsi hanya dalam batas-batas  bagan organisasi tradisional . Mereka harus menghubungkan departemen mereka dengan perusahaan secara keseluruhan. Untuk melakukan itu mereka harus berkomunikasi tidak hanya dengan kawan dan departemen  tetapi juga perwakilan organisasi lain. Jelas manajer sistem memahami pentingnya jaringan hubungan bisnis untuk usaha mereka.
II .Pandangan kontingensi ( cintingency view )
Artinya reaksi seorang manajer tergantung pada identifikasi kontingensi kunci dalam sebuah situasi organisasi. Tidak ada prinsip universal yang ditemukan , dan seseorang belajar ilmu manajemen dengan mengalami  sejumlah masalah besar / kasus. Pandangan kontingensi memberitahu kita bahwa apa yang berhasil di sebuah situasi mungkin tidak berhasil disituasi lain. Para manajer bertugas mengidentifikasikan tehnik mana, dalam situasi tertentu , dibawah keadaan tertentu dan pada waktu tertentu paling baik memberikan kontribisi pada pencapaian sasaran manajemen.
III.Manajemen kualitas  total (total  quality management /  TQM  )
 Yang dipelopori oleh W Edwards Deming , Yang pada awalnya diejek di Amerika tetapi orang Jepang mengikuti teori ini dan berhasil membangun kembali industri Jepang yang hancur pada perang dunia ke II.
Bangsa Jepang mengubah secara bertahap pendekatan yang berorientasi pada pengawasan terhadap control kualitas , menuju sebuah pendekatan yang menekankan keterlibatan karyawan sebagai pencegah masalah- masalah kualitas.  TQM yang berfokus pada pengelolaan organisasi total untuk memberikan mutu pada pelangggan, harus berada pada garis depan dalam membantu para  manajer untuk  berhubungan dengan  kompetisi global.  Pendekatan ini memasukkan nilai-nilai mutu pada setiap aktifitas perusahaan, dengan para pekerja lini depan yang terlibat secara dekat dalam proses itu
Empat elemen penting dalam manajemen kualitas yakni :   
Keterlibatan karyawan, berfokus pada pelanggan, benchmarking, dan perbaikan terus menerus
Keterlibatan karyawan ( employee involvement )   artinya TQM membutuhkan partisipasi seluruh kayawan dalam pengendalian mutu. Semua karyawan berfokus pada pelanggan, perusahaan harus mengetahui apa yang diingginkan pelanggan dan mencoba memenuhi kebutuhan dan harapan mereka.  Benchmarking menyangkut sebuah proses dimana perusahaan berusaha mengetahui bagaimana perusahan lain melakukan sesuatu lebih baik dari mereka dan kemuadian mencoba meniru atau memperbaikinya.  Perbaikan terus menerus / selalu mawas diri ( cotinious improvement ) adal implementasi dari perbaikan kecil dan meningkat  kesemua bidang organisasi secara terus menerus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar