Rabu, 08 Mei 2013

Laporan Keuangan Sebagai Produk Proses Akuntansi


A. Akuntansi dan Fungsi-fungsinya
1.      Fungsi perencanaan atau fungsi recording, yaitu mencatat secara sistematis semua transaksi keuangan perusahaan.
2.      Fungsi penyajian atau fungsi presentation yaitu mengihtisarkan secara sistematis dataakuntansi dalam bentuk laporan-laporan keuangan dan atau bentuk -bentuk lainnya.
3.      Fungsi penafsiran atau fungsi interpretation yaitu membuat analisa terhadap data akuntansi baik yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan ataupun dalam bentuk-bentuk lainnya.
Dalam melaksanakan fungsi akuntansi seperti disebut diatas, terutama pelaksanaan fungsi yang pertama dan kedua, yaitu fungsi recording dan fungsi presentation, kita tidak boleh berbuat semaunya, melainkan harus mengikuti dan tidak boleh menyimpang, apalagi bertentangan dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Kaidah-kaidah yang membatasi keleluasaan dan yang sekaligus berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi akuntansi, di negara lain ada yang menyebutnya Generally accepted accounting priciples. Untuk indonesia kaidah-kaidah akuntansi dasar semacam ini berlaku dan tertuang dalam terbitan Ikatan Akuntansi Indonesia yang berjudul Prinsip Akuntansi Indonesia, yang untuk praktisnya selanjutnya kita gunakan ungkapan dalam singkatan PAI.

Dari “generally accepted accounting principle tersebut prinsip-prinsip dasar yang nampaknya sangat relevan untuk diketahui dalam kita menyusun dan menggunakan sebuah sistemakuntansi adalah prinsip akuntansi dibawah ini:
·         Perusahaan sebagai suatu “entity”
perusahaan dikatakan sebagai sebuah “bussines entity” yaitu sebagai suatu satuan yang mandiri. Berdasarkan prinsip ini, maka perusahaan dianggap memiliki sendiri kekayaan, hutang, piutang dan sebagainya yang terpisah dari kekayaan , hutang, piutang dan sebagainya dari pemiliknya.
·         Perusahaan sebagai suatu “going concern”
yaitu perusahaan dipandang sebagai perusahaan yang berjalan, dan bukan sebagai perusahaan yang dilikuidasi. Berdasarkan prinsip ini, maka dapat terjadi misalnya sebuah mesin atau sebuah gedung yang harga pasarnya mencapai ratusan juta rupiah dalam laporan keuangan tercatat dengan nilai buku hanya sebesar Rp. 1,- hal ini dianggap wajar dan bahkan memang dianggap seharusnya demikian yaitu apabila angka tersebut memang diturunkan dari data akuntansinya yang penyusunannya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.
·         “Objective Principles”
prinsip objectivitas ini menuntut bahwa pada dasarnya haruslah didasarkan pada objective evidence. Atau bukti-bukti objektif .
·         “Matching Principles”
untuk menentukan besarnya keuntungan yang berhasil diperoleh perusahaan, revenue atau pendapatan perusahaan harus dihadapakan pada beban/biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh revenue.
·         Realization Principles”
prinsip ini menghendakiagar suapaya apa yang kita sebut revenue, apa yang kita sebut beban/biayadan apa yang kita sebut laba, kita anggap terjadi baru setelah revenue, biaya atau laba tersebut sungguh-sungguh sudah terwujud atau terealisir.
·         Conservatism”
prinsip ini memberikan kelonggaran kepada perusahaan untuk dalam hal-hal tertentu menyimpang dari objectivity principles dengan menyimpang keharusan menggunakan harga perolehan dalam menentukan harga aktiva perusahaan dan realization harga perolehan dalam menentukan harga aktiva perusahaan dan realization principle dengan menyimpangi syarat terealisirnya penjualan aktiva untuk dapat dicatatnya angka keuntungan atau angka kerugian yang berasal dari penjualan aktiva tersebut. Prinsip conservatism inu antara lain dalam bentuk metode penilaian the lower of cost or market yaitu cara penilaian aktiva lancar berbentuk persediaan atau surat-surat berharga yang menggunakan angka terendah diantara harga perolehan dengan harga pasar yang terjadi pada saat penutupan buku.
·         “Principles of consistency”
prinsip ini menuntut agar supaya perusahaan sesudah sekali menggunakan metode tertentu yang dipilihnya, untuk seterusnya dalam jangka waktu cukup panjang, harus menggunakan metode-metode tersebut secara konsekuen.
·         “Dual Aspect Principles”
dalam akuntansi yang berlaku “fundamental accounting aquation” atau kesamaan dasar akuntansi dalam bentuk AKTIVA= HUTANG + MODAL yang mempunyai makna bahwa harta kekayaan milik perusahaan , yaitu dengan kata lain aktva perusahaan, selalu sama dengan besarnya sumber dana yang dipergunakan untuk membiayainnya yang terdiri dari hutang dan modal sendiri. Fundamental accountng equation ini tercermin pada setiap neraca dan akan sangat jelas terlihat apabila neraca tersebut disusun dalam bentuk skontro.

1 komentar: